Rabu, 04 Desember 2013

puisi Seperti yang Dulu

Seperti yang Dulu

Perlahan tapi pasti memori itu semakin lama semakin memudar
Jarak yang dulu dekat menjadi jauh di ujung mata
Dya sudah berubah
Dya tidak seperti yang dulu lagi
Mungkinkah ini jawabanMU..
Jawaban dari do’a yang kupanjatkan
Tetapi kenapa berat ???
Tapi jika sakit ini tidak seberapa dari pada sakit yang kurasa nantik ..
Aku akan berusaha mencoba menghadapinya..
Karena aku pasti bisa...
Bisa kembali  seperti yang dulu..
                                                                        KARYA : R.A

  5 Desember

Minggu, 24 November 2013

puisi Syukur

Syukur
Hujan deras mengguyur dari atas langit senja
Diwarnai dengan kelap-kelip kilat di langit
Seruan deruan Adzan berkumandang
Bersautan dengan suara gemuruh guntur yang menggelegar
Di bawah gubuk kedamaian ku termenung dengan tatapan penuh tanya
Sambil sesekali melihat genangan air yang sangat luas dan merahnya langit
Oh...Tuhan.. Betapa hinanya diriku
Yang tidak mensyukuri nikmat  yang telah engkau berikan..

Karya: R.A

(November 2013)

puisi surat untuk bundaku tercinta

Surat untuk Bundaku Tercinta
Bunda...
Maafkan aku..yang tak pernah mengerti engkau
Aku tahu engkau sayang dan sangat mengkhawatirkanku
Selama ini Bukannya aku menentangmu bunda...
Tapi bunda, lihat sekarang Aku sudah besar aku bukan anak kecil yang harus kau naungi lagi
Bunda..
Ijinkanlah aku memilih jalan hidupku..
Aku ingin terbang di angkasa luas untuk mengelilingi dunia ini dan untuk mencari jati diriku yang sesungguhnya.
Suatu saat nanti bunda....
Akan kubawa engkau menyusuri dunia, akan kududukan engkau dalam singgahsana..
Dan Aku berjanji tak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang telah engkau berikan..


Karya: R.A

(November 24, 2013)

puisi sejuta cinta di kalialo

Sejuta Cinta di Kalialo
Ketika Matahari mulai lelah...
Ku berjalan di tengah-tengah hamparan air.
Meninggalkan semua kepenatan dalam hati.
Kurentangan kedua tangan ini ..
Untuk mencoba menikmati segarnya udara yang berhembus...
Langkah..demi langkah ..... detik demi detik ....yang kulalui hari ini
Begitu sangat berharga ..
Aku sadar disinilah kutemukan kedamaian dan ketenangan jiwa
Dan aku sadar disinilah kutemukan sejuta hal yang berharga
Yaitu Sejuta Cinta di Kalialo...
Karya: R.A

Kalialo 23 November 2013 (15.00)

puisi kembali

KEMBALI
Orang macam apa kau ini????
Yang memberikan hak bukan pada penerima hak...
Hai yang disana..!!!! Apakah sudah kau dapatkan Kesenangan itu..???
Kesenangan di atas penderitaan orang lain..
Kesenangan yang berbuah derita...
Hai..kau...Tidak adakah sedikit penyesalan di relung hatimu..
Bagaimana dengan Mereka..
Mimpimu dan cita-citamu...
Apakah hanya berlalu begitu saja..
Ayolah..... .ayolah  kita kembali..
Kembali seperti sedia kala
KARYA: R.A

Oktober 2013

kau (puisi)

KAU
Dinginya udara di  senja hari
Membuat jiwa ini kehilangan kendali
Kau..kau..kau..
Engkau jahat sekali padaku membuatku terlihat seperti ini
 Dalam diam ku tertawa
Dalam keramaian ku menangis
Memikirkan semua yang pernah terjadi antara kau dan diriku



KARYA: R.A

November 2013 

puisi disini

                     Disini
Kutinggalkan hiruk-pikuk kota menuju gubuk kedamaian..
Dalam hatiku berkata.
Disinilah awal semuanya
Awal segala hal yang aku alami saat ini
Air matapun tak kuasa lagi kutahan
Oh. Tuhan Di tempat inilah aku menginggat dan merindukannya
Sentuhan jemari tangan dan hembusan nafasnya yang hangat begitu terngiang di memori ingatan
Dalam ruang kerinduan Ku coba mengingat semua Sudut tempat yang pernah kita lalui bersama
Ku balikan badan lalu aku berkata
“selamat tinggal kenangan dan Terimakasih karena Kau menjadi  kenangan terindah yang pernah ada dalam hidupku”
KARYA: R.A

(23 November 2013)

puisi apa aku salah

Apa Aku Salah???
Aku sadar memikirkan tentangmu atau berfikiran untuk memilikimu itu salah
Aku sadar antara kau dan dia
Dan aku sadar bahwa dia lebih membutuhkanmu dari pada aku.....
Aku sadar..Aku sadar..dan sekali lagi Aku sadar....
Aku sadar akan semua yang aku lakukan padamu salah..
Tapi, sadarkah engkau jika aku sangat mencintaimu....???


KARYA : R.A

(November 2013 )

puisi anugrah

ANUGRAH
Sentuhan jemari tanganmu, tatapan matamu
Kebohongan, serta kesedihan yang terpancar diwajahmu
Kini tersirat jelas dalam fikiranku
Pernah aku mencoba melupakan semuanya
Tapi semakin aku coba semakin teringat ku tentangmu
Oh tuhan aku tidak dapat menolak  semua ini
Yaitu anugrah yang kau berikan padaku saat ini
Karya: R.A

(November 2013)

puisi aku jatuh cinta

AKU JATUH CINTA
Detik berlalu.. menit dan jam pu bergulir dengan cepat
Kemarin....kemarin dan hari ini..
kucoba lalui dengan berbagai hal, berbagai aktifitas yang padat
tetapi, kenapa dalam setiap apa yang aku lakukan selalu teringat olehmu..
aku nampak seperti orang bodoh..
yang tidak memiliki arah dan tujuan hidup...
Oh inikah yang namanya Orang Jatuh Cinta..
Menyeramkan bagaikan hantu yang selalu menghantui fikiran orang lain.
Oh Tuhan...aku terpedaya.. terpedaya oleh cinta yang semu...
cinta yang tak pasti akan wujudnya....
oh Ibu..Oh.Ayah tak bermaksudku untuk menentangmu.
Tapi ibu.. tapi Ayah..  Perasaan inilah yang mengendalikan semua
Perasaan yang sebelumnya tak pernah aku rasakan.


KARYA: R.A

November 24, 2013